Ketika seorang anggota keluarga, terutama orang tua, didiagnosis mengidap kanker, hal itu berdampak sangat besar bagi seluruh keluarga. Kabar tersebut bisa terasa sangat membebani, memicu emosi yang kuat serta menimbulkan kekhawatiran praktis yang mendesak. Di tengah kekacauan tersebut, sangatlah penting untuk mempertimbangkan dampak yang mungkin ditimbulkan terhadap anak-anak.
Umumnya, ada kesalahpahaman bahwa anak-anak kecil mungkin tidak memahami arti kanker. Beberapa orang khawatir anak-anak mungkin mengaitkan kanker dengan perpisahan dan kematian. Sebagian remaja tampak bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan sama sekali menghindari pembicaraan tentang kanker. Saat membicarakan kanker dengan anak-anak, sangatlah penting untuk mengetahui cara menyampaikan hal-hal ini dengan bijaksana.
Saat berusaha melindungi anak dari kemungkinan kabar buruk, keluarga sering kali mengabaikan kebutuhan anak untuk memproses dan berduka atas perubahan serta kehilangan yang terjadi dalam keluarga. Kita berusaha tidak membebani mereka dengan kekhawatiran, karena takut mereka tidak mampu mengatasi emosi yang muncul. Namun, anak-anak umumnya sangat peka; mereka dapat mendeteksi perubahan dalam keluarga melalui perilaku orang tua, perubahan rutinitas, atau bahkan dengan secara tidak sengaja mendengar percakapan.
Menyembunyikan diagnosis kanker dapat memengaruhi hubungan kepercayaan antara seorang anak dan orang tuanya, yang berujung pada meningkatnya rasa takut akibat ketidaktahuan akan apa yang sedang terjadi, serta perasaan terisolasi dan kesepian. Mereka mungkin tanpa sengaja menyimpulkan bahwa mereka adalah pihak yang kurang penting dalam keluarga, atau bahwa “HAL-HAL BURUK tidak boleh dibicarakan di rumah.”
Tanpa informasi yang tepat dari orang dewasa dalam keluarga, anak-anak mungkin mencari informasi melalui media sosial, program televisi, atau chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI). Saluran-saluran tersebut mungkin memberikan informasi yang tidak lengkap dan menyesatkan, yang dapat menimbulkan kebingungan dan kecemasan yang tidak perlu. Oleh karena itu, sebisa mungkin, anak-anak sebaiknya mendapatkan penjelasan langsung dari orang tua mereka atau orang dewasa yang dipercaya mengenai apa yang sedang terjadi. Meskipun pada awalnya mereka mungkin merasa sedih dan cemas, mereka sering kali mampu mengatasinya dengan lebih baik daripada yang kita duga.
Siapa pun yang memiliki ikatan yang erat dan penuh kepercayaan dengan anak-anak dapat menjadi orang yang tepat untuk berbicara dengan mereka mengenai kanker. Orang tersebut bisa saja orang tua atau kerabat yang membuat anak-anak merasa nyaman dan yang dapat memberikan dukungan yang diperlukan.
Tetaplah tenang selama berbincang dengan mereka. Banyak orang takut menunjukkan kesedihan di hadapan anak-anak, karena menganggap hal itu menandakan kelemahan atau akan berdampak negatif pada mereka. Tidak apa-apa menangis dan menunjukkan kesedihan, asalkan kita tetap ingat peran kita untuk merawat mereka dan tidak kehilangan ketenangan. Dengan cara ini, kita tidak hanya menunjukkan bahwa merasa sedih dan menangis itu wajar, tetapi juga menjadi teladan bagi kejujuran emosional dan ketangguhan mereka. Hal ini dapat membantu menumbuhkan kemampuan mengatasi emosi yang lebih baik dalam jangka panjang.
Selama percakapan, pastikan anak-anak merasa didukung dan mendapat informasi yang cukup, serta memiliki seseorang yang dapat dipercaya untuk diajak bicara saat mereka menghadapi kabar tentang diagnosis kanker yang dialami orang tua mereka.
Jika orang tua merasa terlalu terbebani secara emosional untuk melakukan percakapan ini, mereka dapat mempertimbangkan untuk melibatkan tenaga kesehatan profesional, seperti pekerja sosial medis, konselor, pendeta, atau psikolog, guna memberikan bimbingan dan dukungan bagi orang tua maupun anak-anak.
Begitu diagnosis kanker dipastikan, perubahan dalam keluarga bisa terjadi dengan cepat. Penting untuk memberi tahu anak-anak mengenai diagnosis tersebut sesegera mungkin. Begitu pengobatan dimulai, anak-anak mungkin menyadari adanya efek samping seperti kelelahan, perubahan berat badan, rambut rontok, atau muntah, sehingga hampir mustahil untuk menyembunyikannya dari mereka. Orang tua juga sebaiknya terus memberi tahu anak-anak mengenai setiap perubahan dalam pengobatan, kondisi kesehatan, atau masa pemulihan setelah pengobatan.
Tidak mengetahui apa yang sedang terjadi bisa sangat menakutkan bagi anak-anak, karena mereka mungkin menganggap setiap gejala baru sebagai bencana yang akan terjadi. Untuk menghindari hal ini, anak-anak sebaiknya diberi penjelasan terlebih dahulu mengenai efek samping yang mungkin timbul dan bagaimana kehidupan sehari-hari mereka dapat terpengaruh oleh kanker tersebut.
“Pengetahuan ahli berarti perawatan kanker yang lebih baik”
Ditulis oleh:
Ibu Jaclyn Lee
Tenaga Medis Perawatan Pendukung dan Paliatif
OncoCare Cancer Centre